Seberapa Amankah Anda Dari Jenis Penipuan Kartu Kredit?

.com | Jika Anda pernah melihat atau mengalami sendiri penipuan kartu kredit, maka Anda pastinya tahu betapa meyakinkan dan licik cara penipu tersebut. Dan Anda tidaklah satu-satunya korban; banyak pemegang kartu kredit di dunia juga sering tertipu setiap tahunnya. Pelaku kejahatan biasanya memakai banyak sekali modus untuk mendapat laba dari kartu kredit, mulai dari penyalahgunaan kartu kredit sampai pembobolan data perbankan. Berikut ialah beberapa jenis penipuan kartu kredit yang sering terjadi dan paling meyakinkan di zaman kini.

1. Penawaran Limit Kartu Kredit Yang Fantastis

Semua kita tau bahwa kartu kredit mempunyai jumlah limit tertentu dan terbatas. Untuk meningkatkannya merupakan hal tidak begitu gampang lantaran harus melalui beberapa proses aplikasi lewat bank. Akan tetapi, apabila tersedia distributor bank dengan penampilan meyakinkan yang bersedia mengatakan peningkatan jumlah limit kartu kredit dengan cepat dan mudah. Kebanyakan orang pun akan tertarik. Baik itu secara pribadi maupun telepon.
Pada awalnya pelaku akan mengaku sebagai pegawai perusahaan kartu kredit. Kemudian menghubungi calon korban dan mengatakan limit kredit mencapai 2 kali lipat dari limit yang diberikan dengan tanpa biaya administrasi. Setelah korban setuju, pelaku mengatur pertemuan dengan korban untuk mengambil KTP dan kartu kredit korban, serta meminta calon korban untuk menciptakan aplikasi gres dan persyaratan lain. Untuk lebih meyakinkan, kartu kredit korban akan diambil dan potong secara langsung. Padahal kartu yang dipotong bukanlah kartu orisinil korban, hal ini dilakukan secara cepat tanpa kesadaran korban.
Setelah berhasil membawa pergi kartu kredit korban, pelaku pribadi menggunakannya untuk transaksi pembelanjaan yang mereka inginkan. Bahkan mereka akan melaksanakan tarik tunai sebelum kartu kredit Anda dibatalkan oleh pihak bank. Jumlah tarik tunai ini sanggup mencapai puluhan juta, kalau Anda belum menyadarinya. Oleh lantaran itu, jangan pernah tergiur dengan penaikan limit kartu kredit dari sumber yang tidak pasti. Selalu pergi ke website atau cabang bank penerbit kartu kredit Anda.

2. Phishing

 Jika Anda pernah melihat atau mengalami sendiri penipuan kartu kredit Seberapa Amankah Anda dari Jenis Penipuan Kartu Kredit?

Phishing merupakan tindakan pencurian data pribadi nasabah menyerupai ID, PIN, Nomor Rekening bank ataupun nomor kartu kredit Anda secara illegal. Setelah mendapat data Anda, pelaku atau penipu akan mengakses rekening Anda atau menyalah gunakan kartu kredit Anda.
Phishing sanggup dilakukan melalui beberapa cara. Cara yang paling umum menyerupai email atau sms palsu yang menyesatkan nasabah. Penipu akan memakai nama perusahaan besar bahkan dengan logonya yang cukup terpercaya di mata masyarakat. Dan kemudian berkomunikasi dengan korban untuk meminta data pribadi kartu kredit korban untuk keperluan yang masuk akal. Biasanya mereka akan meminta Password, PIN, nomor ATM / kartu kredit. Tidak asing juga mereka menyamar sebagai petugas bank.
Selain itu terkadang melalui situs palsu yang sama persis dengan situs resmi, penipu akan mengirimkan email ke link situs palsu untuk menciptakan Anda mendaftar data pribadi Anda. Setelah Anda mengisikan data Anda kemudian mereka akan menyalah gunakan data tersebut. Ditambah lagi, zaman kini transaksi kartu kredit online tidaklah asing. Terkadang website online palsu untuk berbelanja juga sering menjadi modus mereka. Karena ketika Anda ingin melaksanakan transaksi online baik itu untuk membeli barang atau servis, Anda perlu mengisikan data kartu kredit Anda untuk melanjutkan transaksi. Kemudian mereka akan mengambil data kartu kredit Anda tersebut.
Untuk mengantisipasi dari phishing, pastikan Anda tidak pernah mengirimkan data nomor kartu kredit Anda di website apapun atau melalui email / sms. Jika Anda ingin melaksanakan transaksi online, pastikan website tersebut merupakan website yang terkenal, terjamin dan tidak website palsu.

3. Alat Penyadap Data Rahasia

Akhir simpulan ini, tekonologi kejahatan telah berkembang sampai penipu sanggup menyalin data diam-diam yang Anda cantumkan di mesin ATM atau EDC. Caranya melalui alat penyadap yang dipasang di mesin ATM atau EDC. Kemudian dikala korban menarik uang,  alat tersebut akan mengambil data pribadi Anda termasuk nomor PIN ATM yang Anda masukan. Jika korban melaksanakan transaksi dengan kartu kredit, penipu akan mencuri data dan memakai kartu kredit sehingga tagihan datang dengan jumlah yang membengkak.
Cara terbaik untuk menghindari penipuan ini ialah Anda harus memastikan ATM tersebut tidak ditempel dengan alat lain. Periksa semua perangkat ATM yang terpasang menempel kuat. Apabila Anda melaksanakan transaksi kartu kredit di mesin EDC, pastikan Anda memakai kartu hanya di toko atau merchant terpercaya, kalau tidak gunakan cash. Selalu periksa sms dari pihak bank kalau ada transaksi yang mencurigakan. Pastikan juga petugas tidak menggesek kartu kredit Anda berkali-kali.
Ketiga modus tersebut patut diketahui untuk Anda yang telah mempunyai kartu kredit ataupun yang hendak melaksanakan aplikasi kartu kredit. Selalu waspada dengan penggunaan kartu kredit Anda dan jangan ragu-ragu untuk menanyakan kepihak bank untuk memastikan segala macam penawaran yang aneh.
Sumber artikel dari AturDuit Indonesia